Tulisan oleh : Mitya Fitrina
Kurang lebih dua minggu lamanya, tim Speed Skating dan Slalom Skating Indonesia meninggalkan Indonesia untuk berpartisipasi pada event internasional tahunan di Haining, China, yang berlangsung sejak tanggal 20 – 29 Agustus 2010 lalu. Beberapa dari mereka merupakan atlit kenamaan Indonesia di cabang ini, seperti: Allan Chandra, Johanes Wihardja, Ajeng Anindya, Eri Marina Yo, dan Anggi Rahmadini yang juga akan berlaga pada event Asian Games mendatang di Guangzhou, China pada bulan November 2010. Selain itu, mereka juga tengah dipersiapkan untuk mengikuti ajang kejuaraan bergengsi Asia Tenggara yaitu Sea Games XXVI, dimana Indonesia sendirilah yang akan menjadi tuan rumahnya. Event ini akan diselenggarakan pada tanggal 11 November 2011 (11.11.11) di Palembang, Sumatra Selatan.
- Johanes Wihardja (asal Pengprov. Riau) – Sponsored by Micro
- Allan Chandra (asal Pengprov. Jawa Tengah)
- Christian Dicky (asal Pengprov. DKI Jakarta)
- Ajeng Anindya Prasalita (asal Pengprov. Jawa Tengah)
- Eri Marina Yo (asal Pengprov. DKI Jakarta) – Sponsored by Micro
- Anggi Rahmadini (asal Pengprov. Jawa Barat)
- Tasya Fabiola Alim – kelas Junior Putri (asal Pengprov. Jawa Timur)
- Astri Puji Lestari -sponsored by Micro
- Hardi Kusuma Yudha -sponsored by Micro
Speed Skate
Speed Skating, atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan Sepatu Roda Cepat, merupakan cabang olah raga yang sudah dipertandingkan sejak lama di Indonesia. Sepatu Roda Cepat/ Speed Skating ini telah terdaftar sebagai cabang olah raga yang resmi dipertandingkan di PON (Pekan Olah raga Nasional) sejak era 1980-an dan mulai aktif mengikuti kejuaraan tingkat internasional sejak tahun 1990-an hingga sekarang. Speed Skating ini berada di bawah naungan payung organisasi dunia FIRS (Federation Internationale de Roller Sports), berbasis di Roma – Italia (http://www.rollersports.org/datas.asp?load=622506711A003) . Sementara itu, di Indonesia sendiri cabang ini berada di bawah kepengurusan PB PORSEROSI (Pengurus Besar Persatuan Olah Raga Sepatu Roda Seluruh Indonesia) (http://www.porserosi.or.id/) yang terdaftar di dalam KONI (Komite Olah raga Nasional Indonesia).
Nomor-nomor lomba yang dipertandingkan pada kejuaraan Inline Speed Skating antara lain adalah: Marathon 42.000 m, 15.000 m Point Elimination Putra, 10.000 m Point Elimination Putri, 1000 m, Sprint 500 m, Sprint 300 m, dan Relay (beregu) 10.000 m.
“Istilah yang lebih general/ umum digunakan saat ini di Indonesia adalah Speed Skating atau Inline Speed Skating, ketimbang istilah resminya itu sendiri yaitu ‘Sepatu Roda Cepat’.”
Pada Haining Skate Festival, selain cabang Speed Skating, juga dipertandingkan cabang lainnya yang disebut dengan Slalom Skating. Jika Speed Skating telah berkembang sejak lama di negeri kita, berbeda halnya dengan disiplin yang disebut dengan Slalom Skate, yang merupakan cabang olah raga Sepatu Roda yang betul-betul masih baru di Indonesia.
Cabang ini belum mempunyai wadah organisasi resmi di Indonesia, karena baru saja diperkenalkan tahun ini pada event Pekan Olah raga Daerah (Porda) Provinsi Jawa Barat pada bulan Juli 2010 lalu. Pada event ini, pihak PB PORSEROSI mengundang beberapa atlit dari Singapura (Team Seba Singapore) untuk melakukan demo Slalom Skate dengan tujuan mempromosikan cabang olah raga ini agar bisa berkembang nantinya di Indonesia. Mereka yang diundang merupakan atlit top 5 dunia, bahkan salah satu dari mereka ada pada posisi peringkat I dunia untuk nomor Freestyle Slide.
Slalom Skate pertama kali populer di bilangan wilayah Eropa, berumur lebih dari 10 tahun, dan saat ini berada di bawah naungan WSSA (World Slalom Skaters Association) {http://www.wssaskating.com/index.aspx}. Slalom Skate tidak hanya populer di wilayah Eropa saja, namun kini Slalom Skating juga sudah mendunia. Hal ini terbukti dari member WSSA yang telah mencakup lebih dari 27 negara di dunia dan tingginya frekuensi event-event bertaraf internasional yang terselenggara di seluruh dunia.
Indonesia memiliki peluang yang sangat besar bagi berkembangnya cabang ini, terutama di kalangan anak muda. Sifatnya yang cenderung lebih fun, mudah dipelajari, dan jauh dari resiko yang membahayakan si pemain, tanpa mengurangi nilai keprofesionalismeannya akan lebih mudah diterima oleh si calon atlit bila dibandingkan dengan cabang Speed. Cabang Speed Skate tergolong jauh lebih serius, keras, dan juga mempunyai resiko yang lebih berbahaya bagi si atlit. Saat ini Slalom Skate dapat dijadikan pilihan kedua bagi para skaters yang ingin menggeluti dunia sepatu roda baik secara profesional maupun sekedar hobi.
Karena sifatnya yang tergolong baru di Indonesia, pengiriman dua orang atlitnya untuk berlomba di Haining Skate Festival adalah sebagai ajang pengenalan dan uji coba, baik bagi atlitnya itu sendiri maupun bagi negara-negara peserta lainnya, sebagai ‘notifikasi’ bahwa kini, Slalom Skating-pun telah ada dan mulai berkembang di Indonesia.
Sementara itu, hasil yang diperoleh untuk tim Slalom Skate Indonesia pada Haining Skate Festival yang lalu tentu saja masih jauh dari memuaskan. Namun kiprah mereka patut diacungkan jempol karena mampu bertanding dengan atlit kelas dunia yang jam terbangnya sudah sangat jauh lebih tinggi.
Dan bagi para atlit Speed Skating Indonesia, walaupun podium juara belum bisa diraih kali ini, namun bukanlah hal yang mustahil jika suatu saat nanti cabang olah raga ini bisa menjadi salah satu cabang yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Dukungan dari pihak pemerintah maupun swasta terus kami harapkan demi memajukan dunia olah raga di Indonesia. Teruslah berjuang demi Bangsa dan Negara Indonesia.
Hiduplah Indonesia Raya


